CORSIA Menguat, CCS Asia Tertahan Aturan
By Andy Fajar Handika, Founder, KarbonLens · Published
Pasar karbon pekan ini menunjukkan kombinasi sinyal harga yang lebih kuat, aktivitas bursa yang meningkat, dan kebutuhan kepatuhan CORSIA yang mulai terasa di sektor penerbangan. Di sisi kebijakan, Article 6, ETS, CCS, dan risiko alam makin saling terkait dengan keputusan investasi, terutama bagi pelaku pasar Indonesia yang memantau permintaan kredit internasional, jalur kerja sama bilateral, dan arah regulasi kawasan.
Pasar dan Harga
- Kontrak CORSIA di ICE kembali menguat menurut Carbon Pulse, sementara laporan yang sama menyoroti penyesuaian pembelian kredit oleh Microsoft sebagai sinyal selektivitas korporasi dalam kontrak jangka panjang. Bagi pengembang Indonesia, ini menegaskan pentingnya kualitas proyek dan kesesuaian skema kredit dengan pembeli akhir. Carbon Pulse
- Bursa berbasis Singapura melaporkan kenaikan aktivitas perdagangan harian pada kuartal kedua, menurut Carbon Pulse, seiring peluncuran produk terkait CORSIA dan kredit REDD yurisdiksi. Namun, laporan itu juga mencatat kerugian yang membesar, sehingga likuiditas belum otomatis berarti model bisnis bursa sudah mapan. Carbon Pulse
- Data pemerintah yang dikutip Carbon Pulse menyebut maskapai Korea Selatan memperkirakan kebutuhan pembelian kredit CORSIA untuk periode kepatuhan 2024-2026 bernilai sekitar KRW 335,4 miliar, atau sekitar $237,5 juta, sementara porsi kebutuhan 2024 yang sudah diamankan baru sekitar 3,6%. Kesenjangan ini dapat memperkuat permintaan atas kredit yang memenuhi kriteria CORSIA. Carbon Pulse
Article 6 dan ETS
- Swiss dan Zambia menyetujui kegiatan kompor bersih dalam kerangka kerja sama Article 6.2, menurut Carbon Pulse. Kesepakatan seperti ini penting bagi Indonesia karena menunjukkan bagaimana otorisasi bilateral dapat membentuk pasokan unit mitigasi yang diakui lintas negara. Carbon Pulse
- Ukraina memiliki empat rancangan aturan ETS yang berbeda, menurut media lokal yang dirangkum Carbon Pulse, dengan perbedaan pada lembaga pengelola, alokasi pendapatan, cakupan sektor, dan perlakuan izin gratis. Proses ini menggambarkan bahwa desain pasar karbon nasional sering kali ditentukan oleh kompromi fiskal dan industri, bukan hanya target emisi. Carbon Pulse
- Kebijakan iklim Inggris memasuki fase sensitif karena pemerintah meninjau isu kendaraan listrik, pengembangan bandara, serta produksi migas domestik, menurut Carbon Pulse. Keputusan tersebut dapat memengaruhi kredibilitas transisi Inggris dan memberi sinyal bagi pasar tentang konsistensi kebijakan negara maju. Carbon Pulse
CCS dan Infrastruktur Karbon
- Kajian yang diberitakan Carbon Pulse memperkirakan Jerman perlu menyiapkan angkutan CO2 hingga sekitar 32 juta ton per tahun pada pertengahan abad agar CCS dapat berkembang luas. Studi itu menilai jalur kereta perlu dibangun lebih awal sebelum jaringan pipa menjadi tulang punggung transportasi karbon. Carbon Pulse
- Laporan baru yang dikutip Carbon Pulse menyebut pengembangan CCS Asia-Pasifik masih tertahan oleh celah regulasi, terutama untuk pemindahan CO2 lintas negara dan penyimpanan di yurisdiksi berbeda. Ini relevan bagi Indonesia karena kapasitas geologi saja tidak cukup tanpa kepastian izin, tanggung jawab hukum, dan aturan perdagangan lintas batas. Carbon Pulse
Transisi Energi dan Risiko Alam
- Carbon Pulse melaporkan laba perusahaan migas besar melonjak pada periode April-Juni, saat kebakaran hutan melanda Eropa dan tuntutan pajak keuntungan berlebih kembali menguat. Perdebatan ini memperjelas tekanan politik agar pendapatan fosil ikut membiayai peralihan energi. Carbon Pulse
- Laporan yang dikutip Carbon Pulse memperkirakan 18 perusahaan peternakan besar menghadapi biaya tersembunyi tahunan sekitar $6,4 miliar akibat tekanan air kronis, setara rata-rata sekitar 2% pendapatan menurut laporan tersebut. Risiko air seperti ini makin penting bagi investor yang menilai jejak alam dalam rantai pasok pangan. Carbon Pulse
Alam dan Penggunaan Lahan
- Mongabay melaporkan jaguarundi kini masuk kategori risiko yang lebih tinggi dalam daftar IUCN, setelah lama kurang mendapat perhatian riset dan konservasi. Kabar ini mengingatkan pasar berbasis alam bahwa perlindungan karbon hutan perlu berjalan bersama pemantauan keanekaragaman hayati. Mongabay
- Carbon Brief menyajikan penjelasan berbasis grafik tentang penurunan emisi dari penggunaan lahan pada abad ini, yang menurut analisisnya mencapai kira-kira sepertiga. Bagi pasar karbon hutan, tren tersebut penting tetapi tetap perlu dibaca bersama isu integritas, tambahanitas, dan risiko pembalikan. Carbon Brief
Auto-composed from KarbonLens's weekly data refresh. Numbers and links are verified against the source tables at publish time; see methodology for the data sources.