Brief Karbon: Sorotan Indonesia, EU ETS, Article 6, dan NbS
By Andy Fajar Handika, Founder, KarbonLens · Published
Pekan ini, pasar karbon Indonesia perlu membaca dua arus sekaligus: sorotan atas integritas rantai pasok kehutanan domestik dan perubahan cepat di pasar global. Di luar negeri, perhatian tertuju pada reformasi EU ETS, kesiapan negara terhadap CBAM, perkembangan Article 6, serta makin banyaknya proyek berbasis alam yang bergerak dari konsep menuju transaksi.
Indonesia & Integritas Hutan
- Mongabay melaporkan bahwa APRIL mendapat kritik setelah meninjau ulang kebijakan keberlanjutannya dan menambah pemasok yang dikaitkan dengan kehilangan hutan besar di Indonesia. Bagi pembeli kredit dan investor iklim, kasus ini menegaskan pentingnya uji tuntas rantai pasok, klaim bebas deforestasi, dan risiko reputasi. Mongabay
Harga Karbon & Kebijakan Eropa
- Carbon Pulse melaporkan bahwa pasar karbon EU dan UK tetap berada di atas level €80, sementara pelaku pasar menunggu kejelasan reformasi dan perkembangan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor geopolitik dan desain kebijakan masih sangat memengaruhi sentimen harga. Carbon Pulse
- Kelompok terbesar di Parlemen Eropa disebut sedang mempertimbangkan ruang penyesuaian bagi industri dalam pembahasan reformasi pasar karbon, menurut laporan yang dikutip Carbon Pulse. Jika dorongan ini berlanjut, pasar dapat melihat perdebatan lebih keras antara perlindungan daya saing dan sinyal harga emisi. Carbon Pulse
- Sebuah laporan yang dibahas Carbon Pulse menyebut China, meski mengkritik CBAM secara terbuka, mulai menyesuaikan arsitektur karbonnya agar eksportir tidak tertinggal terhadap standar Eropa. Ini relevan bagi perusahaan Asia, termasuk Indonesia, karena persyaratan pelaporan karbon rantai pasok kemungkinan makin ketat. Carbon Pulse
Article 6 & Infrastruktur Pasar
- Ukraina mengadopsi kerangka uji coba Article 6 dan aturan registri karbon nasional, dengan Carbon Pulse menyebut periode uji tersebut berlangsung dua tahun. Langkah ini memperlihatkan bagaimana negara mulai membangun prosedur otorisasi dan transfer sebelum pasar Paris Agreement berkembang lebih luas. Carbon Pulse
Kredit Berbasis Alam & Tanah
- Verra memulihkan status proyek Northern Kenya Grassland Carbon Project setelah komunitas terkait kembali menyatakan persetujuannya melalui proses yang disebut sesuai hukum Kenya. Keputusan ini menyoroti bahwa legitimasi sosial dan proses persetujuan komunitas makin menjadi pusat integritas proyek karbon. Carbon Pulse
- Carbon Pulse melaporkan bahwa sebagian kecil kredit karbon tanah Eropa telah berpindah tangan pada harga rata-rata di atas €50 per unit, dengan jutaan kredit lain disebut masih dalam rencana penerbitan. Transaksi ini memberi sinyal bahwa pembeli bersedia membayar premi untuk jenis kredit yang dianggap kuat, meski skala pasar masih awal. Carbon Pulse
- Pengembang NbS asal Belanda disebut Carbon Pulse telah menyelesaikan kajian peluang karbon tanah di Eropa Timur dan memulai studi kelayakan di Ukraina, dengan potensi kredit sebelum 2030. Jika berhasil, proyek ini dapat memperluas peta pasokan kredit tanah dari kawasan yang selama ini kurang dominan. Carbon Pulse
Biodiversitas, Laut, dan Pembiayaan Alam
- Carbon Pulse menyebut puluhan negara telah memasukkan kredit biodiversitas dalam dokumen nasional, menandakan minat pemerintah terhadap instrumen pasar untuk konservasi semakin luas. Namun, permintaan, standar klaim, dan hubungan dengan pasar karbon masih perlu dibuktikan. Carbon Pulse
- Konferensi laut di Kenya menghasilkan komitmen baru untuk konservasi, perikanan berkelanjutan, ketahanan iklim, dan ekonomi biru, dengan Carbon Pulse mengutip nilai komitmen sekitar $6,4 miliar. Bagi pasar karbon biru, arus pendanaan ini dapat memperkuat ekosistem proyek meski belum semuanya berbentuk kredit. Carbon Pulse
- Liputan Mongabay dari Taï National Park di Côte d’Ivoire menyoroti nilai keanekaragaman hayati hutan tropis yang sering sulit diterjemahkan ke dalam metrik pasar. Cerita seperti ini penting saat kredit biodiversitas mulai menarik perhatian, karena kualitas ekologi tidak selalu bisa disederhanakan menjadi satu angka. Mongabay
Risiko Iklim & Keuangan
- Sebuah working paper yang dibahas Carbon Pulse menilai aktivitas bank yang berdampak pada iklim lebih mungkin menciptakan risiko transisi melalui investor, klien, pembuat kebijakan, atau litigasi dibanding langsung memperbesar risiko fisik bagi bank itu sendiri. Temuan ini memperkuat argumen bahwa lembaga keuangan perlu mengelola emisi portofolio sebagai risiko bisnis, bukan sekadar isu pelaporan. Carbon Pulse
Auto-composed from KarbonLens's weekly data refresh. Numbers and links are verified against the source tables at publish time; see methodology for the data sources.